Apakah Kita Mencintai Pasangan, atau Mencintai Versi Idealnya?
Ada kalanya seseorang berkata, “Aku mencintaimu apa adanya.” Namun, dalam perjalanan hubungan, kalimat itu perlahan berubah menjadi, “Seharusnya kamu tidak seperti ini.” Di situlah sebuah pertanyaan layak diajukan: apakah kita benar-benar mencintai pasangan, atau sebenarnya hanya mencintai versi ideal tentang dirinya yang kita bangun di dalam kepala? Kita sering jatuh cinta bukan hanya kepada seseorang, tetapi juga kepada bayangan tentang siapa yang kita harapkan dari orang tersebut. Ia mungkin memang perhatian, tetapi kita berharap ia selalu romantis. Ia pekerja keras, tetapi kita berharap ia segera kaya. Ia baik, tetapi kita berharap ia selalu memahami keinginan kita. Ia mencintai kita, tetapi kita menginginkan cara mencintai yang persis seperti yang kita bayangkan. Masalahnya, manusia bukan karakter dalam cerita yang dapat ditulis sesuai keinginan pengarang. Ketika kenyataan mulai memperlihatkan sisi yang berbeda, kekecewaan pun muncul. Kekurangan yang sebenarnya sudah ada sejak awa...