Selat Hormuz dan Ancaman Krisis Energi Baru
Penutupan Selat Hormuz mulai menunjukkan dampaknya terhadap ekonomi global. Dalam waktu singkat harga minyak melonjak hingga sekitar 120 dolar per barel, dari sebelumnya berada di kisaran 87 dolar. Bahkan sebelum penutupan itu terjadi, negara-negara G7 sudah mempertimbangkan langkah darurat dengan melepas cadangan minyak strategis untuk menahan lonjakan harga. Ini menunjukkan bahwa pasar energi dunia sebenarnya sudah berada dalam kondisi rapuh. Entah bagaimana antisipasinya kalau harga minyak dunia mencapai 200 dolar per barel. Selat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati jalur sempit ini setiap hari. Ketika jalur tersebut terganggu, dampaknya bukan hanya pada negara produsen di Timur Tengah, tetapi juga pada negara-negara konsumen di Asia, Eropa, hingga Amerika. Pasar minyak bereaksi sangat cepat karena ketakutan akan kekurangan pasokan. Jika penutupan berlangsung lama, tekanan terbesar akan dirasakan oleh negara-negara yang ekonominya sanga...