Postingan

Menutup Minimarket Bukan Jalan Terbaik untuk Melindungi UMKM

Ada berita yang cukup memprihatinkan ditengah kondisi ekonomi yang sedang lemah. Munculnya kebijakan penutupan gerai minimarket seperti Indomaret dan Alfamart di beberapa wilayah Indonesia timur memunculkan perdebatan yang cukup luas. Alasan yang sering dikemukakan adalah demi melindungi UMKM dan pedagang kecil agar tidak kalah bersaing. Niat ini tentu baik. Semua pihak sepakat bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat yang harus dijaga keberlangsungannya. Namun pertanyaannya, apakah menutup pelaku usaha lain adalah solusi yang tepat? Menurut saya, perlindungan terhadap UMKM tidak seharusnya diwujudkan dengan membatasi atau mematikan usaha lain yang juga dibangun oleh anak bangsa sendiri. Minimarket modern seperti Indomaret dan Alfamart bukanlah usaha yang lahir dalam semalam. Mereka tumbuh melalui proses panjang, investasi besar, pembukaan lapangan kerja, pembayaran pajak, hingga menciptakan rantai distribusi yang melibatkan banyak pelaku usaha lokal. Di balik satu gerai minima...

Kata perpisahanku

  ​Sambutan Perpisahan Purnabakti ​ Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi/siang, dan salam sejahtera untuk kita semua. ​Yang saya hormati Bapak Kepala Kantor, para Kepala Seksi, rekan-rekan Pejabat Fungsional (Jafung), serta seluruh rekan-rekan kerja yang saya banggakan dan saya cintai. ​Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan sepatah dua patah kata di forum yang penuh kehangatan ini. ​Seuntai Kisah Nostalgia: Dari Manokwari hingga Ibu Kota ​Berdiri di sini, izinkan saya membawa Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian kembali sejenak ke masa lalu, sekadar untuk bernostalgia tentang bagaimana perjalanan ini bermula. ​Perjalanan saya di DJPb ini dimulai pada Desember 1997 , saat pertama kali ditempatkan di Manokwari . Saya masih ingat betul momen pembagian SK di lantai 2 Gedung Prijadi. Di sana, ada Mbak Win, Mbak Elin, dan Mbak Khodijah yang bersama-sama dengan sa...

Hadiah dari teman

  Hadiah ini mungkin salah satu yang tak ternilai... Sebuah kenangan yang akan selalu diingat.. Terimakasih atas hadiah ini...  Teruntuk Pak Agus, Selamat atas kelulusannya Bapak bahkan lulus dengan akselerasi Walaupun kami masih bertanya-tanya Kenapa harus berpisah secepat ini?! Tapi kami harus menyadari Hidup ini penuh dengan pilihan-pilihan Bukankah awal hidup kita ini sendiri Adalah hasil sebuah pilihan Selamat menjalani masa purnabakti Menjalani hari berikutnya yang dinanti Pekerjaan kantor sudah tunai dijalani Tugas lain dengan leluasa bisa ditapaki Sehat selalu ya Bahagia selalu Gerbang kantor selalu terbuka Apalagi kalau Bapak membawa pizza Terimakasih kami haturkan Atas segala inspirasi Mengajarkan kami tentang level tertinggi dari kesabaran Maafkan segala tingkah kami yang selalu merepoti Dari Manokwari ke Kota Hujan Membeli talas Bogor dan koteka Sejauh apapun sebuah perjalanan Keluarga adalah pilihan yang utama

HARI YANG DIPERCEPAT

  Hadiah dari teman seangkatan..yang akan selalu awet dan menjadi kenangan tak terlupa. Bogor, 22 Mei 2026, dari : BO97 Siti, Winarsih, Elin) Hari ini memang disengaja Hari ini hanyalah moment yang tertunda Hari yang tertunda untuk sekian kalinya Purbabakti sebelum umurnya Pendi, berulang diajukan  Sampai tiba saat dikabulkan Sampai Hari ini tiba, mungkin terasa berat Berpisah dengan banyak sahabat Namun hari ini juga ringan, karena sejak lama diinginkan Mas, kita sempat bicara tentang pensiun bersama Tapi ternyata mendahului 7 tahun sebelumnya Mas,  kita sempat start di SK CPNS yang sama Tapi ternyata SK pensiunnya di tahun yang berbeda Mas tahu, pensiun kamipun belum tentu 7 tahun lagi Entah kisah apa yang akan kami lalui Namun kapanpun  moment itu tiba Semoga langkah kami ringan dan suka cita Tidak ada yang bisa kami berikan Hanya doa yang bisa kami panjatkan Semoga apapun yang direncanakan Berjalan sesuai ingin dan diberi ringan Terlalu banyak yang Mas tinggalkan...

Tiga Hal yang Harus Dijaga: Pekerjaan, Pengetahuan, dan Kehormatan

Dalam hidup, tidak semua hal dapat kita kuasai. Rezeki bisa naik turun, kesempatan bisa datang dan pergi, dan keadaan dapat berubah sewaktu-waktu. Namun ada tiga hal mendasar yang seharusnya selalu kita jaga: pekerjaan, pengetahuan, dan kehormatan. Ketiganya adalah fondasi yang menentukan kualitas hidup seseorang, baik di mata masyarakat maupun di hadapan dirinya sendiri. Pertama, pekerjaan atau usaha, sekecil apa pun bentuknya, harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Tidak ada pekerjaan yang hina selama dilakukan dengan cara yang benar. Justru dari pekerjaan itulah seseorang belajar mandiri, bertanggung jawab, dan menjaga martabatnya. Orang yang terbiasa bekerja keras akan lebih tenang menjalani hidup karena tidak menggantungkan dirinya pada belas kasihan orang lain. Kemandirian bukan hanya soal uang, tetapi juga soal harga diri. Kedua, pengetahuan harus terus ditambah. Dunia tidak pernah berhenti berubah. Orang yang berhenti belajar lambat laun akan tertinggal. Ilmu tidak selalu har...

Tiga Puluh Tahun Menjadi ASN: Menyusuri Negeri, Menyusuri Diri

Akhirnya, satu babak panjang dalam hidup telah sampai di penghujungnya. Lebih dari tiga puluh tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara—sebuah perjalanan yang, jika dipikir-pikir, hampir menyamai usia generasi yang kini tumbuh dewasa. Tiga dekade bukan waktu yang singkat. Ia bukan sekadar hitungan masa kerja, melainkan kumpulan jejak, kenangan, tantangan, dan pelajaran hidup yang membentuk cara pandang terhadap negeri ini. Menjadi ASN ternyata bukan hanya soal pekerjaan administratif, tetapi juga tentang menjalani takdir untuk mengenal Indonesia dari dekat—bukan dari peta, melainkan dari denyut kehidupan masyarakatnya. Langkah pertama dimulai di Manokwari, tanah yang kala itu masih berada dalam suasana DOM. Sebagai pegawai muda, tugas negara terasa begitu nyata. Situasi keamanan belum sepenuhnya kondusif, dan ketegangan menjadi bagian dari keseharian. Ketika gelombang reformasi 1998 melanda, pengalaman yang terjadi begitu membekas. Gedung DPRD di sebelah kantor terbakar, kaca-kaca k...

IHSG Melemah, Rupiah Tertekan: Ujian Kepercayaan terhadap Arah Ekonomi Nasional

Hari ini, 18 Mei 2026, pasar keuangan Indonesia kembali menghadapi tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 6.478, sementara nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.592 per dolar Amerika Serikat. Angka-angka ini bukan sekadar statistik di layar perdagangan. Di baliknya, tersimpan kecemasan masyarakat tentang daya beli, harga kebutuhan pokok, dan arah perekonomian nasional. Pergerakan pasar selalu dipengaruhi oleh banyak faktor: kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, konflik geopolitik, harga minyak dunia, serta tingkat kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah. Namun bagi masyarakat umum, pertanyaan yang lebih sederhana adalah: apakah keadaan ini akan semakin buruk, atau justru akan menjadi titik awal pemulihan? Jawabannya sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan langkah pemerintah. Pasar keuangan pada dasarnya sangat sensitif terhadap kepercayaan. Investor tidak hanya melihat data ekonomi, tetapi juga membaca arah kebijakan. K...