Ketika Kekayaan Bertambah atas Nama Hibah: Jangan Berhenti pada Nama, Telusuri Sumbernya
Ada hal menarik ketika membaca laporan kekayaan seorang pejabat atau pegawai: hartanya meningkat cukup besar, tetapi pada bagian tertentu terdapat penjelasan bahwa penambahan tersebut berasal dari hibah . Apakah menerima hibah dilarang? Tentu tidak otomatis demikian. Seseorang bisa saja menerima hibah secara sah. Orang tua memberikan rumah kepada anaknya, keluarga membagikan harta, atau seseorang memperoleh pemberian yang memang memiliki dasar yang wajar. Karena itu, keberadaan hibah dalam laporan kekayaan tidak boleh serta-merta dijadikan tuduhan korupsi. Namun persoalannya juga tidak boleh berhenti pada satu kata: “Hibah.” Sebab dalam pengawasan kekayaan pejabat, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya apa nama transaksinya , tetapi: Dari siapa hibah itu berasal, bagaimana kemampuan ekonomi pemberinya, mengapa hibah diberikan, dan dari mana sebenarnya harta tersebut berasal? Hibah dari Keluarga Pun Tetap Bisa Diuji Kewajarannya Misalnya seorang pejabat menerima hibah rumah...