Pinjol Mudah Cair Tapi Brutal Saat Nagih, Kenapa OJK Diam?
Pinjaman online di Indonesia sekarang jadi paradoks. Saat ngajuin, prosesnya 15 menit, KTP + selfie lolos. Gak ada telepon ke kantor, gak ada verifikasi ke penjamin, gak ada cek lapangan. Tapi begitu telat bayar 3 hari, yang dihubungi bukan cuma kamu. Keluarga, teman, mantan HRD kantor, bahkan nomor yang gak pernah kamu kasih, ikut kena _blast call_ dan _chat_ sebar data. Kenapa bisa begitu? Dan kenapa OJK gak melarang? 1. Model Bisnis Pinjol: Kecepatan > Akurasi Pinjol ilegal dan banyak yang legal pun sengaja bikin proses “tanpa klarifikasi” karena itu nilai jualnya. Bank butuh 3-7 hari verifikasi, pinjol cukup 15 menit. Logikanya gini: makin mudah cair, makin banyak yang pinjam. Bunga 0,8%-1% per hari itu keliatan kecil, tapi efektif tahunannya bisa 200-400%. Untungnya gila-gilaan, jadi mereka bisa tebalin anggaran buat _debt collector_ dan sistem sebar data. Klarifikasi ke penjamin butuh waktu dan biaya. Kalau ditelpon dulu, 70% calon debitur batal. Jadi mereka skip step itu...