Korupsi Bisa Menjadi Persoalan Sistem: Ketika yang Salah Terlalu Lama Dianggap Biasa
Korupsi menjadi jauh lebih berbahaya ketika ia tidak lagi dilakukan oleh satu atau dua orang secara sembunyi-sembunyi, tetapi telah berubah menjadi kebiasaan yang diketahui banyak orang dalam sebuah institusi. Dalam kondisi seperti itu, tidak semua orang harus menerima uang untuk membuat sebuah sistem yang koruptif tetap berjalan. Seseorang mungkin menerima keuntungan. Orang lain membuka akses. Ada yang menandatangani dokumen. Ada yang membantu administrasi. Ada yang mengetahui kejanggalannya, tetapi memilih diam. Bahkan mungkin ada pegawai yang sama sekali tidak memperoleh keuntungan dan tidak ikut melakukan apa pun, tetapi takut berbicara karena atasannya terlibat atau karena khawatir karier, mutasi, penilaian kinerja, bahkan kehidupannya akan dipersulit. Maka muncul sikap yang sangat manusiawi: “Saya tahu itu salah. Yang penting saya tidak ikut.” Secara pribadi, pilihan itu mungkin terasa paling aman. Namun jika hampir semua orang mengambil posisi yang sama, praktik yang salah ...