UMKM Berjuang dengan Modal, Parkir Datang Bermodal Peluit
Di mana-mana, persoalan parkir seperti tidak pernah benar-benar selesai. Setiap kali muncul tempat usaha baru, terutama UMKM yang mulai ramai, sering kali muncul pula orang berompi yang tiba-tiba mengatur kendaraan dan meminta uang parkir. Ironisnya, orang yang membuka usaha mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk mengumpulkan modal. Mereka menyewa tempat, membeli peralatan, mencari pegawai, membayar listrik, membeli bahan baku, mengurus izin, dan memikirkan bagaimana dagangannya laku. Setiap hari mereka harus berhitung. Hari ini modal berapa? Omzet berapa? Untung berapa? Barang tersisa berapa? Besok masih bisa belanja bahan atau tidak? Makanan yang tidak laku bisa basi. Barang bisa rusak. Pelanggan bisa pergi. Harga bahan baku bisa naik. Bahkan setelah semua perjuangan itu, belum tentu usaha menghasilkan keuntungan. Lalu ketika usahanya mulai ramai, datang seseorang dengan rompi dan peluit. Tidak ikut menyewa tempat. Tidak ikut menanam modal. Tidak ikut me...