Selingkuh Tidak Selalu Menyentuh, Tapi Selalu Dimulai dari Hati
Banyak orang memahami perselingkuhan sebagai sesuatu yang kasat mata—pertemuan fisik, sentuhan, atau hubungan terlarang yang jelas batasnya. Namun pemahaman ini sering kali terlalu sempit. Karena pengkhianatan tidak selalu dimulai dari tubuh, melainkan dari hati dan pikiran yang perlahan berpaling. Seseorang bisa saja tidak pernah bersentuhan, tidak pernah bertemu secara langsung, tetapi jika ruang batinnya sudah dipenuhi oleh orang lain—jika pikirannya lebih sering melayang ke sosok itu, jika perasaannya mulai terikat, jika ada rahasia yang disimpan dari pasangan—maka sesungguhnya ia sudah melangkah ke wilayah perselingkuhan. Secara kritis, inilah bentuk pengkhianatan yang sering diremehkan. Karena tidak terlihat, ia dianggap tidak berbahaya. Karena tidak ada bukti fisik, ia dianggap belum melanggar. Padahal justru di situlah akar masalahnya. Ketika hati mulai terbagi, tubuh hanya tinggal menunggu waktu untuk mengikuti. Perselingkuhan emosional sering terasa “aman” karena dibungkus de...