Cinta Itu Barang Mewah: Tidak Punya Tak Masalah, Punya Lebih Indah
Ada ungkapan yang terdengar sinis, tetapi menyimpan kebenaran yang layak direnungkan: cinta ibarat barang mewah. Tidak masalah kalau tidak punya, tetapi kalau punya tentu lebih bagus. Ungkapan ini seperti sedang menempatkan cinta sejajar dengan mobil mewah, rumah megah, atau barang mahal lainnya. Sesuatu yang menyenangkan jika dimiliki, tetapi bukan kebutuhan mutlak untuk menjalani hidup. Kita tetap bisa hidup tanpa cinta romantis, sebagaimana kita tetap bisa menjalani kehidupan tanpa memiliki barang-barang mewah. Namun, apakah cinta benar-benar hanya pelengkap kehidupan? Dalam masyarakat, cinta sering diposisikan seolah-olah menjadi syarat kebahagiaan. Orang yang belum punya pasangan dianggap belum lengkap. Mereka yang memilih hidup sendiri kerap ditanya kapan menikah, seakan-akan kebahagiaan memiliki tanggal kedaluwarsa jika tidak segera dibagi dengan pasangan. Padahal, hidup seseorang tidak otomatis lebih bahagia hanya karena memiliki kekasih, menikah, atau berumah tangga. Lebih bai...