Ketika Kasus Korupsi Menunggu Publik Lupa
Ada satu kelemahan masyarakat di zaman media sosial: kita mudah marah, tetapi juga mudah lupa. Hari ini sebuah dugaan korupsi viral. Berita memenuhi media sosial. Potongan video beredar di mana-mana. Netizen marah. Pejabat memberikan klarifikasi. Institusi menjanjikan pemeriksaan. Aparat mengatakan akan mendalami. Seminggu kemudian muncul kasus baru. Perhatian berpindah. Sebulan kemudian, kasus yang sebelumnya memenuhi linimasa hampir tidak terdengar lagi. Lalu muncul pertanyaan sederhana: sebenarnya kasus kemarin sudah sampai mana? Apakah masih diperiksa? Apakah sudah naik ke penyelidikan atau penyidikan? Apakah dihentikan? Apakah ternyata tidak ditemukan pelanggaran? Apakah ada orang yang dikenai sanksi? Atau jangan-jangan semuanya berhenti bersamaan dengan berhentinya perhatian masyarakat? Kita sering tidak tahu. Tentu tidak adil apabila setiap kasus yang tidak lagi diberitakan langsung dianggap telah ditutup diam-diam. Proses hukum mempunyai tahapan, membutuhkan bukti, dan tidak se...