Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Noktah yang Tertinggal di Antara Ikhtiar dan Pasrah

Ada satu titik dalam hidup ketika rasa gagal tidak datang sebagai ledakan, melainkan sebagai diam yang panjang. Ia tidak selalu berisik, tidak selalu menjatuhkan secara terang-terangan, tapi pelan-pelan mengendap di dalam diri. Kita melihat sesuatu yang telah kita rencanakan namun tidak berjalan baik, mungkin ada yang terjatuh, mungkin ada amanah yang terasa belum tertunaikan sempurna—dan di situlah perasaan itu tumbuh: diriku merasa gagal. Namun di saat yang sama, ada kesadaran lain yang mencoba menenangkan. Bahwa manusia hanyalah sak dermo nglampahi titahing Gusti—sekadar menjalankan apa yang telah digariskan. Bahwa tidak semua hasil adalah milik kita, dan tidak semua kegagalan adalah sepenuhnya kesalahan manusia. Kesadaran itu seperti tangan lembut yang meredakan gelisah, mengajak hati untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. Kita pun mencoba berdamai. Mengingat kembali bahwa sudah ada ikhtiar, sudah ada niat baik, sudah ada usaha untuk memberikan yang terbaik pada setiap amanah...