Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2026

Permintaan Maaf yang Terlambat, Seperti Hujan yang Datang Setelah Kemarau Terlalu Panjang

“Permintaan maaf yang terlambat seperti hujan yang tidak bisa membasahi tanah kemarau selama ini.” Ada saatnya kata maaf begitu berarti. Tetapi ada pula saat ketika maaf datang setelah luka terlalu lama dibiarkan, kepercayaan telanjur runtuh, dan seseorang sudah belajar menjalani hidup tanpa berharap apa-apa lagi. Bukan berarti permintaan maaf tidak perlu. Mengakui kesalahan tetap jauh lebih baik daripada terus menyangkalnya. Namun kita juga harus memahami bahwa meminta maaf tidak otomatis menghapus akibat dari kesalahan. Kita sering menganggap kata maaf sebagai tombol reset . Seolah setelah mengucapkannya, semuanya harus kembali seperti semula. Orang yang terluka diharapkan segera memaafkan, kembali tersenyum, bahkan kembali percaya. Padahal hati manusia tidak bekerja sesederhana itu. Ada luka yang terjadi hanya beberapa menit, tetapi membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sembuh. Ada penghinaan yang mungkin hanya terdiri dari beberapa kalimat, tetapi terus teringat sepanjang h...

Ketika Kekayaan Bertambah atas Nama Hibah: Jangan Berhenti pada Nama, Telusuri Sumbernya

Ada hal menarik ketika membaca laporan kekayaan seorang pejabat atau pegawai: hartanya meningkat cukup besar, tetapi pada bagian tertentu terdapat penjelasan bahwa penambahan tersebut berasal dari hibah . Apakah menerima hibah dilarang? Tentu tidak otomatis demikian. Seseorang bisa saja menerima hibah secara sah. Orang tua memberikan rumah kepada anaknya, keluarga membagikan harta, atau seseorang memperoleh pemberian yang memang memiliki dasar yang wajar. Karena itu, keberadaan hibah dalam laporan kekayaan tidak boleh serta-merta dijadikan tuduhan korupsi. Namun persoalannya juga tidak boleh berhenti pada satu kata: “Hibah.” Sebab dalam pengawasan kekayaan pejabat, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya apa nama transaksinya , tetapi: Dari siapa hibah itu berasal, bagaimana kemampuan ekonomi pemberinya, mengapa hibah diberikan, dan dari mana sebenarnya harta tersebut berasal? Hibah dari Keluarga Pun Tetap Bisa Diuji Kewajarannya Misalnya seorang pejabat menerima hibah rumah...