Permintaan Maaf yang Terlambat, Seperti Hujan yang Datang Setelah Kemarau Terlalu Panjang
“Permintaan maaf yang terlambat seperti hujan yang tidak bisa membasahi tanah kemarau selama ini.” Ada saatnya kata maaf begitu berarti. Tetapi ada pula saat ketika maaf datang setelah luka terlalu lama dibiarkan, kepercayaan telanjur runtuh, dan seseorang sudah belajar menjalani hidup tanpa berharap apa-apa lagi. Bukan berarti permintaan maaf tidak perlu. Mengakui kesalahan tetap jauh lebih baik daripada terus menyangkalnya. Namun kita juga harus memahami bahwa meminta maaf tidak otomatis menghapus akibat dari kesalahan. Kita sering menganggap kata maaf sebagai tombol reset . Seolah setelah mengucapkannya, semuanya harus kembali seperti semula. Orang yang terluka diharapkan segera memaafkan, kembali tersenyum, bahkan kembali percaya. Padahal hati manusia tidak bekerja sesederhana itu. Ada luka yang terjadi hanya beberapa menit, tetapi membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sembuh. Ada penghinaan yang mungkin hanya terdiri dari beberapa kalimat, tetapi terus teringat sepanjang h...