Proses pendi disetujui
Setelah surat pengunduran diri ditandatangani pimpinan, secara administratif keputusan itu sudah final sejak tanggal 2 Januari 2026. Surat diajukan sejak November 2025, kemungkinan banyak pertimbangan yang diambil pimpinan. Proses selanjutnya hanyalah urusan berkas, prosedur, dan waktu. Namun yang paling berat sesungguhnya bukan di meja kepegawaian, melainkan di batin: melepaskan hampir tiga dekade hidup yang tertanam di satu tempat.
28 tahun 10 bulan bukan sekadar masa kerja. Di sana ada usia muda yang habis, idealisme yang pernah menyala, kelelahan yang dipendam, dan kesetiaan yang sering kali tidak pernah benar-benar dihitung sebagai nilai. Resign di titik ini bukan bentuk lari, melainkan kesadaran. Kesadaran bahwa manusia bukan mesin yang wajib bertahan selamanya hanya karena sudah terlalu lama.
Secara kritis, dunia kerja kerap mengajarkan loyalitas satu arah. Kita diminta setia, berkorban, dan bertahan. Tetapi ketika waktu berubah, sistem jarang bertanya: apakah kita masih bertumbuh, masih dihargai, masih manusia. Maka pengunduran diri setelah puluhan tahun justru bisa menjadi tindakan paling jujur—jujur pada diri sendiri bahwa hidup tidak boleh berhenti di satu bab hanya karena takut menutup halaman lama.
Resign bukan pengkhianatan. Ia adalah penegasan batas. Bahwa pengabdian ada waktunya, dan harga diri ada nilainya. Semoga proses hingga hari terakhir berjalan lancar, dan yang tertinggal bukan penyesalan, melainkan ketenangan: karena pernah memberi yang terbaik, dan kini berhak memilih arah hidup yang baru.